Guide ABCDE


Penulis : Hazairin R. Junep ( Senior Tourist Guide Jogyakarta)
Sebagaimana halnya dengan berbagai profesi yang bekerja berlandas profesionalisme, Guide pun dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya. Pada umumnya ciri seseorang  profesional itu sudah ada dalam paparan  kualifikasi yang selalu diuraikan dalam  standard kriteria kinerja dan etika suatu profesi. Sementara ada beberapa kualifikasi yang masih dikesampingkan dari kata profesional. 

Pada kesempatan ini saya ingin memaparkan hal ihwal kinerja guide berdasarkan pengalaman bergaul  dilapangan kepemanduan selama hampir 40 tahun dengan berbagai macam jenis guide baik lokal maupun internasional.

Banyak istilah yang mengkotak-kotakkan level kinerja guide yang tersebar di lapangan tetapi hanya sedikit yang benar benar terkait langsung dengan bagaimana si guide bekerja.


Selain dari pantauan selama bekerja,  saya juga banyak mendapat gambaran dan inspirasi  mengenai hal itu dari senior saya Drs. Hardjito almarhum. Saya dengar bahwa dia  pernah tugas dinas di Krimea Uni Sovyet pada zaman ORLA. Kemudian Drs. Zuhro Sajadi, mantan ketua HPI DIY, seorang senior guide Jepang yang masih aktif hingga sekarang. 

Kriteria kriteria yang  yang saya maksud  lebih tepatnya, berguna untuk 'mentertawakan diri sendiri', sebagai cara untuk mencairkan suasana sosial. Tulisan ini  membicarakan posisi kelompok  antara guide profesional dan guide dengan mentalitas yang sedikit mengarah kebawah dari kata profesional sebagai refleksi diri penulis dan para rekan guide yang berusaha menjadi 'duta bangsa' yang militan. 

Penulis saat berada di Kantor KBS Radio, Seoul Korsel


Suatu studi dari University of Granada dalam jurnal Personality and Individual Differences menunjukkan bahwa secara klinis, orang yang sering bercanda tentang dirinya sendiri atau menertawakan kelemahan, kekurangan, atau kesalahannya sendiri sebagai lelucon lebih sejahtera secara psikologis.

So, To the point saja mari kita simak satu persatu, pembagian guide berdasarkan grade dan kualitasnya dari profesionalisme dan level dibawahnya : 

A.Guide Kamplengan

Bahasa dan ilmunya tidak cukup tapi  harus handle tamu  karena force majeur. Tidak ada guide yg tersedia atau mendadak guidenya sakit. Jam terbang Nol, bahasanyapun hantam kromo.

B.Guide Upeti 

Bahasanya tingkat Dasar 2, pengetahuan alakadarnya tapi punya rasa ambisius sehingga tiap travel agent didatangi dengan membawa bingkisan dan sesudah guiding memberi amplop kepada yg memilihnya bawa tamu. Pengalaman guiding masih sedikit.

C.Guide Brutus

Level bahasanya Intermediate atau lebih dan pengetahuannya memadai tapi ambisius dan rakus.
Semua guide dianggap musuh sehingga dia main fitnah menjelekkan guide lain agar dia sendiri yg dapat order. Jam terbangnya cukup tinggi.

Pernah terdengar bahwa Golongan Guide ini  juga bisa merebut jatah guide lain bahasa untuk dapat ke luar negeri misalnya pernah terjadi ada guide Eropah mencaplok jatah guide Asia, akibatnya hukum sosial yang sangat kejam ditimpakan. 

Si Brutus   kehilangan pekerjaan, teman dan bisnis sekaligus untuk selamanya.  Mungkin untuk  jadi OB di warung Kucingan saja tidak berani. Takut dikenali guide yang ramai bersepeda kemana mana.

D.Guide Rodeo

Jenis guide ini level bahasanya B2 atau lebih dengan pengetahuan cukup tapi  halangan terbesarnya adalah tidak PD sehingga didikte dan dibayar alakadarnya tanpa protes sedikitpun.  Dia bawa dendamnya sampai mati krn tidak sempat muncul keberaniannya untuk menolak order berdasarkan selera sepihak itu. Jam terbangnya tinggi. Bahasanya bagus. Guide jenis ini tidak bisa langsung diajak diskusi atau kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan guide. Dia akan ketakutan kalau menolak order nanti akan ada guide lain yg ambil!.

E. Guide Profesional 

Level bahasanya minimal B2, pengetahuannya mencakup  bidang iptek dan poleksosbudhankam (Politik , ekonomi,sosial, budaya, pertahanan dan keamanan)  dari  masalah Indonesia sampai manca negara secara mendalam. 
Gaji ditentukan sendiri dan terpenuhi secara  profesionalisme. Tidak terlalu berorientasi pada komisi maupun TIP sebagai acuan semata. Bagaimanakah agar guide bisa mencapai grade tertinggi profesionalismenya?. Tidak ada jalan lain kecuali dengan banyak membaca. Di negara maju orang membaca 100 judul pertahun. 

Tingkatkan kemampuan bahasa sampai minimal B2 dan tambahkan penguasaan bahasa asing tiap 2 tahun atau lebih cepat. 

Datanglah ke negara asal tamu jika sudah cukup tabungan. Hal itu sangat membantu untuk mendekatkan guide pada kebudayaan tamunya sehingga komunikasi lebih dekat dan terbuka.

Profesionalisme itu harus mencakup sekurangnya: 
1.Pekerjaan  sesuai dengan minat atau bidang study.
2. Gaji sesuai ekspektasi
3. Senang melaksakan tugas sesuai SOP.
4. Mampu dan punya kesempatan untuk mengembangkan diri.

Guide Profesional akan bekerja sungguh sungguh dan totalitas , sebab nama baik bangsa ada di tangannya, Militansinya terhadap rasa cinta profesi akan membuatnya bekerja bahkan melebihi SOP.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama