Gunung-Laut Harmoni Alam Nusantara

 

Editorial (11/8). Meja redaksi Mcnews hampir tiap hari diramaikan ide-ide gotong royong dari fakta seni, budaya, dan entitas Indonesia yang warna-warni itu terlalu kaya ditulis dan diberitakan awak media. Kemarin erupsi Raung dan Sinabung menyulitkan pilihan topik highlight kami kemarin (10/8). Gunung di ujung Jawa Timur meraung-raung, dan asap gunungapi Sinabung di Sumatera Utara sebabkan Wapemred kami mesti ke sana memandu turis vulkanolog, ini sekaligus meributkan group WhatsApp HPI termasuk kolega Guide disana. 

Pramuwisata bekerja di antara perjalanan sejarah bangsa. Tengoklah minat turis vulkanologi di atas, kemarin turis lima benua melakukan tur maya menikmati fenomena 129 gerakan vulkanik gunung api kita. Hari ini mereka benar-benar ingin hadir langsung melihat aktivitas gunungapi tersebut. Guide spesialis menjadi tren pasar wisatawan, termasuk skema guiding minat-minat goa, daya tarik maritim, etnomusik, kebahasaan, seni-seni budaya lainnya se-antero Nuswantara. 

Asal kata sanskerta ini yakni nuswa-anta-tara, nuswa-avat-tara yang artinya gugusan pulau berapi di sela-sela samudra suci, atau mitos Avatar pada rings of fire dalam terminologi 17.000 pulau antara dua benua dengan bentang laut 99.093 km terpanjang di dunia. Tak sadar bhinneka tunggal ika, tan hanna dharma mangra dituliskan Mpu Tantular (1392) itu membenarkan, keragaman budaya telah memastikan ketrampilan cerita Pramuwisata lewat materi guiding dan story telling yang bertumpu pada fakta sejarah, sekaligus tugas merangkai das Sollen cita-cita nasionalisme.

Genom peradaban kita jelas bukan individual tapi plural penuh gotong royong. Tengoklah alasan UNESCO menghargai budaya wayang kulit, adi pusaka keris, heritage limasan-joglo, musik gamelan, pola tanam di sawah, tradisi masyarakat yang bersatu dalam keragaman. Daya tarik inilah penyebab nilai kepariwisataan yang belum sinergis ditangkap banyak orang, jantung layanan berada di profesi tourist guide. Hal ini dipikirkan mendalam oleh Joop Ave menyebut profesi guide berpredikat ujung tombak kepariwisataan, itulah alasan DPP HPI telah menganugerahi Almarhum sebagai Bapak Pramuwisata Indonesia.

Buku Logam dan Peradaban Manusia (Timbul Haryono, 2001) memetakan rangkaian kecerdasan manusia Indonesia sungguh amat beradab dengan temuan-temuan arkeologi benda-benda berbasis perunggu, emas, termasuk teknologi pembuatan arca, prasasti, dan peralatan ibadat bangsa yang menyebar bahkan ke seluruh dunia. Sejarah menyebut Christopher-lah pelaut yang pertama tiba di benua antah berantah yang kemudian diberi nama benua Amerika pada tahun 1492. Colombus berlayar melintasi Atlantik dengan kapal kerajaan Spanyol tiba di Karibia, Amerika Tengah. 

Sejarawan yang pakar geografi Abu al-Hasan al-Masudi menulis (956), bahwa tahun 889 pelaut Muslim mulai mengarungi samudera dari al-Andalus menuju barat. Mereka menemukan sebuah daratan besar di laut, di mana mereka berdagang dengan penduduk asli, dan kembali ke Eropa. Al-Masudi mencatat adanya "tanah yang tak dikenal". Dua pelayaran lebih dari Muslim Spanyol ke Amerika dicatat dalam sejarah. Satu berada pada tahun 999 dan dipimpin oleh Ibn Farrukh, dari Granada, dan lainnya, pelayaran ahli geografi al-Idrisi

 https://m.republika.co.id/berita/nbk493/kisah-pelaut-muslim-temukan-benua-amerika-1


Sementara fakta tulisan di dinding-dinding goa di Darwin utara membuktikan adanya kuburan pelaut asal Sulawesi jauh sebelum Adam Cook sampai Australia, ditemukan pula jejak perkawinan suku Indonesia di sana sejak awal Majapahit. Narasi tradisional menyebut Kiyai Subakir di era Kalinga adalah Maulana Muhammad Al Bakir cucu Rasulullah, seperti diakui nota catatan perjalanan Cheng Hoo yang menyebutkan bahwa masyarakat Jawa telah beradab. Jejak Islam ada melekat di Kraton Ngayogyakarta, masih tersimpan pula bendera Turki Utsmani. Fakta etnis asing Tionghoa terlarang memiliki tanah sendiri, hingga kronik sewindu usia UU Keistimewaan memilah kepemilikan tanah di tembok Kraton. Sementara judul berita kemarin sungguh ironis di tengah kesulitan, TKA China di RI Kirim Rp3 Triliun ke Negaranya 

Pedoman story telling di masa depan harus merekonstruksi potensi sejarah bangsa besar ini, inilah tugas nasionalisme pramuwisata mengemas informasi yang berbasis inspirasi kebaikan perjalanan wisatawan. Jangan diam atas tugas interpretasi sejarah yang kolonialistik, yakni seperti temuan Nancy K Florida setelah menerjemah 5.500 judul manuskrip (Javanese Literature in Surakarta Manuscrips, Volume 1,2, dan 3) bahwa ajaran, pandangan hidup, dan peradaban Islam adalah kekayaan terpendam Indonesia yang luar biasa. Sesungguhnya kekayaan bangsa ini tak terbatas pada kategori dan analisis tetapi pada keunggulan adhi budaya, yaitu tradisi yang tak akan pernah terjajah budaya asing.

Waktu perang Diponegoro (1829) filolog G.F.C. Gericke sebulan ikut kursus di Pesantren Tegalsari Ponorogo bersama pejabat Kraton Surakarta, lalu dia mendirikan Institut of Javanese Language (1834). Karena VOC merugi, sejarawan Anthony Day mencatat pengelihatan Gericke ini kemudian secara konsisten menyingkirkan makna islami dari institusi pesantren beserta teks-teks dalam sejarah budaya bangsa yang fantastis. Dan ini pula yang ditulis Nancy K Florida dalam buku Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk Santri Pujangga Jawa, 2020. 

Miris, total materi daya tarik peradaban hari ini sedang diusung oknum asing ke luar negeri dengan pola jajahan modernitas yang terus berlangsung. Bagi tugas story telling Guide, fakta-fakta ini tak akan menyengsarakan zamrut khatulistiwa atau sekedar menjadi daya tarik unik tempat turis membuang hajatnya. Inilah tugas nasionalisme pramuwisata di masa depan. Jayakan HPI, jayalah pramuwisata Indonesia (mcnews/amm).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama