Narasi Guiding Tak Bertepi


Narasi guiding bagi pramuwisata warna warni di seluruh destinasi kunjungan daring maupun luring. Semisal informasi kunjungan wisata Yogyakarta bahkan jalanan mulai ramai disana-sini tampak ketat orang menjalankan protokol kesehatan. Diari data 50% kesiapan destinasi wisata yang diuji coba dengan kontrol ketat, lalu lalang turis menjelaskan bahwa destinasi ini mulai pulih dikunjungi. Pemandu wisata HPI DIY juga menjalankan SOP guiding yang semestinya, yakni memenuhi standar informasi dengan teknik guiding yang selalu meningkat.  

Judul editorial ini mengingatkan peran Pramuwisata dalam layanan informasi guidingnya sungguh mempengaruhi esensi kunjungan turis sekaligus membentuk opini positif kepada mereka. Kompetensi Guide dalam narasi pemanduan ini meliputi storytelling materi-materi daya tarik kunjungan, dengan sekaligus memunculkan teknik interpretasi guiding yang seharusnya. Unit interpretasi guiding ini amat berarti untuk selalu di-upgrade, ditingkatkan dan disempurnakan dengan mengembangkan medium bahasa sesuai profil wisatawan.

Bagi wisatawan tur dalam Kota Yogyakarta muncul tren bercengkrama malam hari di seputar Tugu. Suasana malam Kota pelajar bagi pengunjung penuh kenangan menyenangkan. Gempa tektonik 10 Juni 1867 mematahkannya sepertiganya. Musibah itu ditandai Candra Sengkala ditubuhnya, Obah Trus Pitung Bhumi (jw.1796) yakni lindu 4 Sapar 1796. Pal putih 15 m itu lalu direnovasi ditulis di sisi selatan - Wiworoharjo Manunggal Manggaling Praja, yaitu Pintu menuju Kesejahteraan Pemimpin Nagari (jw.1879) diresmikan Sri Sultan HB VII pada 7 Sapar 1819 (Teknik Menjadi Guide Profesional, 2018: 109).

Dari ujaran di atas jelas mendiskripsikan suasana kenormalan wisata Jogja. Di sana juga dipersepsikan kepada pengunjung bahwa Tugu Golong Gilig di tengah Kota itu menjadi daya tarik sejarah, tapi sekaligus tren anak mud ngumpul sambil mengenang suasana malam Yogyakarta yang berhati nyaman. Narasi sejarah yang dimaksud juga mengandung pembelajaran tentang peristiwa gempa tektonik masa lalu, tanda pengingatnya yaitu Tugu simbol manunggaling kawula Gusti. Kota heritage yang kaya dengan memori sejarah bangsa, bersatunya rakyat kepada Gusti sekaligus tekad Sang Raja bertahta untuk rakyatnya. 

Dari lomba menulis nasional diungkap Ketua Dewan Juri perihal lima gaya pembelajaran bahasa, yaitu; narasi, deskripsi, persepsi, agitasi, dan argumentasi. Kelimanya dalam rangka mengungkap perasaan, memahami masalah, dan saling mengerti antar relasi lisan, tulisan, hingga perjalanan peradaban bangsa. Dan topik narasi guiding ternyata melingkupi sejarah profesi ini muncul, identifikasi kinerja, serta warna pembelajaran kelompok hingga prestasi perkumpulan Guide hari ini.

Tren kenormalan era Covid menuntut pramuwisata faham tata cara membuat Virtual Tour (VT), bagaimana narasi guiding secara maya, dan standar informasi yang diperlukan selama dua jam manggung daring. Kinilah saatnya internal Anggota HPI saling belajar teknik presentasi virtual; pelatihan zooming dengan target menciptakan beragam produk virtual creativity tentang daya tarik wisata di daerahnya masing-masing.                     

Pramuwisata mempelajari VT ini sungguh perlu bertekad, bahwa Guide mesti aktif, kreatif, dan inovatif. Intinya pada saat manggung virtual guiding di paket wisata virtual. Bagi penulis yang pernah memiliki lisensi Bali, pengalaman pandemi sejak peristiwa Wuhan sekarang ini mengingatkan Gulf War akhir 1990 hingga awal 1991 yakni peristiwa perang Teluk menghalangi turis datang ke Indonesia. 

Saat itu kinerja wisata Bali suasana mirip Covid-19 selama 4 bulan kami pekerja pariwisata harus hidup dari tabungan. Akses penerbangan tamu dari Eropa, dan apalagi Amerika sama sekali terputus. Alhasil keluarga terdampak waktu itu amat menyakitkan sekali. Maka pandemi 2020 ini seperti memutar sejarah, dan sebuah pengalaman masa lalu penulis tentu berharga bagi sesama pekerja potensial loosers, singkat kata ini harus ditulis dan disebarkan sebagai pengalaman narasi guiding tak bertepi. Pecundang tak akan muncul dari jiwa-jiwa kompeten, yakni pekerja profesional yang aktif, kreatif, inovatif, dan terus berkarya.

Melalui Lomba Menulis Merdeka Nasional Bi-2020 dan inspirasi pengalaman zooming Learning & Creativity sejak Februari lalu, lahirlah sebuah buku unik dan menarik. Penulis memberi judul “Multilevel Learning, Sinergi Belajar bagi Pramuwisata Indonesia”, segera terbit setelah diumumkan (17/8) menjadi salah satu pemenang Nomor Lima dari 162 naskah buku yang dinilai oleh lima dewan juri Guru Besar penulis buku dari altar keahlian yang berbeda. Akhirnya karya tulis kelima, yakni buku ilmiah populer ini menjadi hadiah kejutan dan bhakti penulis untuk mengangkat Profesi Pramuwisata Indonesia bertepatan Rakernas dari 5 Oktober 2020 nanti. Jayalah HPI, jayalah selalu (mcnews/amm).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama