Pena Oktober Menyunggi Profesi


Editorial Mcnews (2/8/2020). Kronik perjalanan Duta Wisatawan sejak 1983 dan Munas Palembang 1988 membuat Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) memasuki goal labirin profesinya sekaligus titik nadir paling rendah usaha luring jasanya tanpa jumlah turis yang datang. Tapi mungkin saja hantaman pandemi Covid-19 ini mengingatkan aktivis HPI. Bahwa tragedi Tianamen bagi bangsa Cina membalik nasib yang kini merajai dan menggilas dunia. Padahal di tanah Nusantara ini sejak Maratam hingga Majapahit telah memiliki restorasinya, bahwa imperium sejarah membutuhkan martil ujung tombak perubahan sebuah cita-cita. 

Kondisi asosiasi HPI memilukan, minus kesadaran profesi, meskipun bagi minoritas Guide tertentu ini blessing perubahan nasibnya juga keluarganya. Tapi siapa berani berkorban menyunggi perkumpulan berbadan hukum berdasar Akta No. 694 di kehadapan Notaris Dr. Irwan Santosa SH., MH., serta Kepmen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-0000113.AHA.01.08 Tahun 2019. Momentum daring Oktober inilah pandangan restorasi Pramuwisata Indonesia ditabuh. Ya, pilihannya pramuwisata mau berubah dirinya menjadi baik atau rela dicap orang sebagai potential loosers gegara pandemi global, pengorbanan profesi karena alih profesi, hijrah meninggalkan zona nyaman, karena hanya guiding bila ada tamu, dan mau membayar jika ada untung. 
  
Dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) daring pertama pada 5 Oktober 2020 insan HPI Se-Indonesia mesti merestorasi diri, memandang konstitisi dan kode etik sebagai kekuatan profesi, sedang protokol guiding (SOP HPI) adalah tes uji layanan prima pramuwisata. Maka panitia pelaksana Rakernas HPI 2020 berkolaborasi dengan Media Center HPI News mengadakan Lomba Penulisan Artikel untuk internal Anggota HPI Nasional, bertemakan Pariwisata & Budaya. Hal ini sesuai dengan tema Rakernas, yakni Penguatan Kapasitas Profesi Pramuwisata menghadapi Pandemi. 

Alasan utama kegiatan di atas, bahwa mandatori Media Center News untuk mengangkat citra HPI dalam pembangunan kepariwisataan Nasional melalui profesi dan usaha pramuwisata. Kedua, mensinergikan layanan protokoler tugas-tugas guiding, tata laksana program diklat, mendorong regenerasi kepemimpinan, serta menebar informasi, berita-berita HPI, dan pembelajaran kepada audiens pramuwisata Nasional. Kita buktikan bahwa pramuwisata termasuk potensial winners membuat blessing bagi masa depan industri kepariwisataan.

Satu hal mengapa pena Oktober ini menyentak kesadaran internal himpunan, sebab motivasi etik individu anggota taat menjalankan konstitusi Himpunan, baik AD-ART ataupun Peraturan Organisasi terkalahkan oleh tuntutan layanan wisatawan SOP HPI yang lebih dikenal protokol guiding. Hampir semua membutuhkan guide order, tanpa berpikir kekuatan informasi pemanduan menguatkan nilai harga pramuwisata. Gagasan lomba menulis muncul dari kebutuhan standarisasi informasi guiding di titik-titik destinasi nasional bagi guide HPI, jelas ini terkait obyek daya tarik wisata Nasional. Sehingga di masa depan lahir sebuah standar informasi guiding berupa Manual Guiding Book Nasional.

Kondisi ideal seorang teman Guide tahun 2000-an telah meminta jasa per-Hari pemanduannya seharga 100 USD, dan itupun laku terjual turis asing. Itulah restorasi guiding yang menginspirasi himpunan, langkah reflektif untuk bersama menyunggi beban berat ini tanpa berdarah-darah. Mari bersama hand in hand merapatkan barisan bahwa jiwa nasionalisme patut digeber di masa-masa sulit ini. Ibarat sama, hanya segelintir Pimpinan Daerah yang sudi menyunggi bersama dan mengangkat beban asosiasi. Bayangkan kelompok daerah yang taat melunasi kewajiban tahunannya kepada pusat hingga bulan ini hanya sebagian kecil DPD HPI. Jika begini restorasi kepemimpinan hanya bisa jalan di tempat. 

Kriteria lomba penulisan Artikel Pariwisata dan Budaya, Rakernas HPI 2020 disyaratkan Anggota HPI Nasional, segala umur, gratis. Mengisi formulir bit.ly/lombanulishpi. Naskah asli penulis, bukan plagiasi dengan melampirkan identitas diri berupa KTA dan atau KTP, minimal 700 karakter kata. Tulisan berbahasa Indonesia, orisinal, belum pernah dipublikasikan, boleh mengirimkan maksimal 3 artikel. Setiap naskah wajib dilengkapi minimal 1 foto/ilustrasi untuk publikasi Mcnews di www.mediacenterhpi.com CC info.humasdpphpi@gmail.com Dikirim ke Media Center News HPI melalui email hpimediacenter@gmail.com. Batas akhir naskah diterima Redaksi hari Ahad 27 September 2020, semua Naskah yang masuk menjadi hak milik Mcnews HPI.

Harapannya lomba kreativitas menulis kali ini mampu merestorasi diri, akan membuka jalan kesempatan lomba-lomba berikutnya bahkan oleh kepanitiaan lokal daerah dengan hasil-hasil berkualitas, meskipun dengan atau tanpa iming-iming hadiah. Pemenang hasil lomba menulis nasional artikel Pariwisata dan Budaya MC-News HPI ini akan diumumkan dalam rangkaian acara Rakernas daring pada hari Senin, 5 Oktober 2020. Disediakan E-Sertifikat untuk semua peserta, hadiah berupa uang total Rp 6 juta bagi pemenang, buku karya Pramuwisata, dan marchendise dari sponsor.

Media Center News menyukseskan Rakernas daring pertama di Indonesia bagi 14.000 Anggota. Buktikan Pramuwisata Indonesia bisa menyunggi kebersamaan. Salam sukses selalu, HPI Jaya, jayalah HPI (mcnews/amm).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama