Re-Interpretasi Guiding: 17 MAKNA PRAMUWISATA


Editorial Mcnews (16/8). Kemerdekaan Republik tahun ini dirayakan dalam suasana pandemi. Selalu ada hal-hal unik di setiap kemerdekaan kita. Indonesia yang merdeka bertumpu angka ganjil yakni 17-8-45 lalu ditahbis pada 17 sayap, 8 ruas ekor, dan 45 leher burung Garuda yang bebas melesat menjelajah langit. Kencana Vishnu itu terbang mencengkeram matra Mpu Tantular; persatuan dalam keberagaman, tiada pengabdian yang memendar. Bhinneka tunggal ika, Tan hanna dharma mangrwa (1392); Bangsa bersuku-suku penguat persatuan, utuhnya dharma untuk Indonesia yang satu.

Pramuwisata lazim menjelaskan informasi dan menerangkan seluruh aspek daya tarik destinasi yang ingin diketahui wisatawan. Di banyak sudut perjalanan, turis Indonesia atau mancanegara melihat keindahan wisata alam, budaya, dan buatan. Hari-hari ini setiap sudut wilayah ditemukan warna Merah Putih atau di banyak titik ruang terpampang adanya simbol Pancasila. Ke semuanya menggambarkan prinsip-prinsip bernegara, bermasyarakat, bahwa sejarah kemerdekaan adalah materi guiding yang tak pernah habis diceritakan. 

Kata merdeka terbebaskan oleh lenyapnya penjajahan. Sebuah entitas bangsa yang bebas menentukan nasibnya sendiri, melepas cita dan keinginan. Tapi perjuangan memiliki liku-liku darah, derita, jihad syuhada, martil tegaknya 17.000 pulau yang kokoh. Bagi kita, perjuangan pahlawan dan pengorbanan pelaku sejarah ini perlu dibaca ulang secara terus-menerus, ya melalui perjalanan profesi kita PRAMUWISATA. Karena sejatinya kebebasan mampu melahirkan jiwa bebas pula, bukan jiwa yang sepi terkurung atau menggantung diri pada zona statis terikat. 

Sungguh menarik difinisi Wolrd Federation Tourist Guide Association, bahwa profesi ini bahwa tourist guide is a person who guide visitors in the language of their choice and interprets the cultural and natural heritage of an area which person normally posseses an area specific qualification usually issued and/or recognized by the appropriate authority (WFTGA, Dublin Convention, 2003). Intinya pramuwisata memiliki dwifungsi tugas, yakni mengarahkan perjalanan dan menerangkan tradisi budaya seperti tujuh belas pesan instruksional ini.


Tugas pokok pramuwisata adalah seseorang yang berkualifikasi kompeten memandu, mengarahkan, memimpin, menemani, menunjukkan, menerjemahkan, menerangkan, menjelaskan, mengajarkan, memasarkan, menjembatani, menggambarkan, mencontohi kebaikan, mendemonstrasikan, menginterpretasi, dan memaknai perjalanan turis. Turunan kosakata guiding ini sungguh memicu kreativitas berprofesi, karena kompetensi Guide memiliki karakter kebebasan dan kemerdekaan, yakni pribadi yang aktif, inovatif, dinamis, dan kreatif.

Istilah pramuwisata, duta wisata, pengantar wisata, maupun pemandu wisata sama-sama secara resmi digunakan dalam literatur pembelajaran menjadi Guide. Fakta pengalaman guiding, toh masing-masing kita ditantang dan diuji oleh keadaan lapangan serta medan cobaan termasuk membangun cara-cara kreatif memaknai profesi. Bahwa reinterpretasi fungsi tugas guiding ternyata bersinggungan dengan layanan lain yang senafas. Semisal saat-saat pandemi keberlangsungan profesi bisa menjadi pemasar niaga, storyteller pencerita tur maya, penerjemah multibahasa, penulis, interpreter, penjual, pelaku niaga online, curier pengantar, minat hortikultura, dan hobby lainnya.

Sekali lagi berwisata artinya berjalan meninggalkan rumah. Maka watak profesi guiding adalah kebebasan, usaha ke luar dari zona nyaman seperti tergambar sebagai pekerja yang aktif, inovatif, dan dinamis. Usaha Jasa Pramuwisata pasti terganggu dengan pandemi, tapi tujuh belas jiwa kreativitas di atas menjadi api semangat jika perlu mencipta hal-hal baru yang bermanfaat. 

Solusi yakin selalu ada atas segala upaya bisa melahirkan kreativitas baru, akhirnya menjawab problem ketergantungan Guide Order, menunggu Biro Travel, tergelincir ke dalam apatisme dan ujungnya No Tourist No Food. Jika kita berpikir bisa, pastilah bisa keluar melepas zona nyaman, karena Sang Pemberi rezeki telah menurunkan jatah kita. Salam HPI Jaya, jayalah selalu (mcnews/amm).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama