SOP Guiding : Informasi Ekowisata Bagi Paket Tour Ke Pantai

Mcnews (25/8). Persiapan kunjungan destinasi ekowisata dilakukan dengan pendekatan guiding yang memadukan itenerary dengan profil wisatawan. Dari pengalaman lapangan, Pramuwisata bisa memetakan enam langkah tehnik guiding berikut. Yakni; cepat tanggap kondisi wisatawan, memahami jenis obyek daya tarik pesisir dan laut, memetakan rute informasi, menyiapkan bahan interpretasi, melakukan storytelling, dan menginspirasi maksud inti kunjungan. Tentu materi teknis ini sekedar memantik diskusi metodologi dan komunikasi guiding di era kenormalan wisata. 

Lewat materi pelajaran guiding Karakter Bangsa-bangsa (Lands and People), Guide wajib membedakan asal geografis wisatawan. Contohnya klien Anda berasal dari Saarland Jerman (2.570 km2) yang mengacu kepada kebangsaan, etinisitas, bahasa, adat budaya dan kebiasaan, mata uang dan pencaharian, serta keunikan sejarah mereka lainnya. Obyek tour seluas Saarland menjadi pintu kedekatan memasuki informasi penting. Dari kondisi khas rombongan turis itu amat menentukan pendekatan komunikasi guiding yang sesuai dengan rute storytelling dan interpretasinya. Bahkan menentukan seluruh bangunan dan keberhasilan layanan guiding di lapangan, semisal kunjungan ke suatu Pantai selatan Yogyakarta yang memanjang sekitar 32 km dari batas Pesisir Purworejo, Parangtritis Bantul hingga Pantai Sadeng Gunungkidul. 

Yang luar biasa bahwa Indonesia dikaruniai 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Luas laut kita sekitar 3,1 juta km2  terdiri atas 0,8 juta km2 perairan teritorial, dan 2,3 juta km2 perairan Nusantara. Pada tahun 1982 Negara bangsa ini mendapat kewenangan seluas 2,7 juta km2 dari United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) untuk memanfaatkan Zona Ekonomi Eksklusif. Benar-benar terasakan kaya anugerah alam seisinya, pantainya lebih panjang dari jarak Los Angeles sampai California, atau seluas batas Negara Turki di Asia hingga wilayah Negara-negara Eropa utara. Nah, di titik mana program itenerary kunjungan tamu Anda, itulah batasan informasi wisata yang perlu dipersiapkan. 
 
Sebagai persiapan pra guiding penting sekali membuat plan pematerian, apakah diperlukan menyiapkan alternatif rute perjalanan. Pramuwisata mencatat rute jalan, siap resume informasi, dan lama durasi perjalanan, apa sajakah sepanjang dan ragam point of view yang akan dilewati, daya tarik utama highlight yang akan muncul, isi pesan inspiratif dari pengelihatan dan pandangan serta kesan perjalanan wisatawan. Ke seluruh persiapan guiding inilah yang dimaksud bahan interpretasi guiding. Tentu saja ini tips guiding, tapi jika diperlukan ragam evernote menjadi kunci keberhasilan profesional, serta akan membangun kapasitas habit Anda dan pemantik kualitas informasi guiding. Suatu saat dari lembaran nota kecil dengan kreativitas dan jam terbang akan membuahkan pesan pengalaman storytelling khas Pramuwisata yang unik.

Momen selanjutkan adalah praktek storytelling di lapangan guiding di bus hingga lokasi obyek wisata. Pematerian serius sesuai panduan itenerary wisata, tapi tetap santai umumnya orang berwisata yang diharap memunculkan rasa bahagia dan perjalanan yang menyenangkan atas perkembangan detik per detik dari audiens. Guiding selama tour adalah pertemanan interaktif antar budaya bangsa dan pramuwisata berperan sentral menyatukan memori klien pada seluruh program dan etape perjalanan. 


Pramuwisata di sini mulai menerapkan SOP guiding sejak awal pertemuan di lokasi penjembutan, di hotel dan lainnya, saat klien naik kendaraan dan bus mulai berangkat. Teknik opening yang baik dengan suara jelas microphone menjalankan story line yang telah disiapkan, yaitu memenuhi plot alur cerita sepanjang kunjungan. Dia menjelaskan program wisata mengunjungi obyek pesisir Pantai Gunungkidul dengan fun, surprise perkenalan crew dengan etika yang mengesankan. 

Di antara kunci pemanduan di bus adalah menguasai audio alat komunikasi dengan baik. Sangat disarankan Guide mengenal nama-nama audiens, membangun perhatian kedekatan pribadi yang menarik dengan grab attansion kepada audiens yakni menggunakan sarana gambar, peta obyek, ilustrasi, dan foto utama, atau video terkait topik tersebut. Perbaiki terus teknik tata kelola tour, bacaan keselamatan, kenyamanan tamu di lokasi, dan pendekatan individu atau kelompok. Perhatikan poin informasi tentang obyek pokok yang sedang dilewati, dilihat, dan dinikmati dengan sentuhan komentar akhir atas topik-topik menarik tertentu yang diperlukan sepanjang serta penguasaan pematerian selama di jalan.

Saat berada di obyek utama perlu teknik mengumpulkan audiens dengan briefing waktu dan lainnya mengulas apa tujuan tour. Yakni isi kunjungan ekowisata di pesisir Pantai Ngobaran sebagai daya tarik Laut Kidul dengan cerita mitos masyarakat setempat dan seterusnya. Dan, jangan lupakan informasi topik ekowisata perihal lingkungan sosial setempat, eksplorasi potensi ekonomi masyarakat pesisir, tradisi seni budaya yang berlaku, dan daya tarik seterusnya. Dalam editorial Mcnews lalu telah diangkat topik Musik purba Rinding Gumbeng di abad ini juga berasal dari daerah Gunungkidul ketika jelas bahwa informasi musik ini diperlukan sesuai kondisi lapangan. 

Maka penting menginspirasi informasi perjalanan wisata dengan kekuatan tradisi bangsa maritim Mataram Kuno topik pelestarian ekologi laut, terkait perikanan, teknologi kapal, tradisi tangkap ikan, niaga perdagangan pesisir, tanaman ekosistem di wilayah pesisir laut. Seluruhnya sungguh menarik diketahui wisatawan. Diperlukan latihan teknik menginspirasi klien, bahwa kunjungan benar-benar menyentuhkan pesan memori terdalam di hati wisatawan. Jika perasaan takjub wow telah muncul, kesan itulah yang akan dibawa pulang sekaligus memanggil turis untuk kembali datang menemui Anda Pramuwisata. Salam HPI Jaya, jalayalah selalu (mcnews/amm).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama