Jejak Pramuwisata Berhimpun Di HPI

 

Seperti diketahui tahun 1960-an generasi pertama hotel bintang antara lain Hotel Garuda di Malioboro Yogyakarta, Savoy Hotel di Bandung, dan Hotel Denpasar di Bali. Lalu pemerintah memperoleh pembiayaan pampasan perang dari Jepang untuk membangun managemen Hotel Internasional Indonesia mengelola generasi pertama akomodasi bintang lima di antaranya: Hotel Indonesia Jakarta, Hotel Pelabuhan Ratu, Hotel Ambarukmo Yogyakarta, dan Hotel Bali Beach. 

Urusan reservasi kamar dilakukan antara lain oleh PT. Nitour, Pacto Tours, Natrabu, dan Satriavi. Demikianlah kebutuhan alami turis melancong memerlukan penjelasan makna tradisi lokal dari warga lokal, alasan global kenapa Pramuwisata wajib berpenduduk setempat. Dari sinilah muncul kebutuhan pemandu wisata, bahkan secara tradisional telah mendampingi perjalanan turis asing dari Parapat, ke Bukittinggi, hingga perjalanan ke Jawa dan destinasi Bali. Sehingga di Bali mereka berkumpul dalam Bali Guide Association, demikian di Bandung ada Bandung Guide Association.  

Pada Tahun 1980 di Yogyakarta berdiri “YOGA” Yogyakarta Guide Association yang beranggotakan 40 guide berbahasa inggris dan belanda dengan ketua Sulisastro, untuk menampung lulusan lembaga Diklat Brahman Sakti yang diurus oleh Nugroho dan kawan-kawan. Kepala Kantor Wilayah Kedinasan Pariwisata saat itu adalah selaku ketua Asosisiasi Tours & Travel (ASITA), maka bersama lembaga itulah dipersiapkan dengan serius demi mencetak SDM tour guide yang profesional pada waktu itu. 

Rupanya kebutuhan Guide skala luas terjadi di tempat-tempat kunjungan di Kota lain di seluruh Indonesia. Semangat pembelajaran Brahman Sakti melahirkan pemandu wisata senior nasional, antara lain para profesional yang menekuni bidang usaha ini. Sebagai contoh pertama kali HDWI Jogja diketuai oleh Aji Soetomo yang kemudian mendirikan travel Ayu Mandiri Tours. Setelah periode ini masih dilakukan beberapa temu Duta Wisata Nasional, seperti di Banjamasin Kalimantan Selatan. Sulistyo Prabowohadi pemilik Intras adalah pendiri koran bahasa Inggris Jogja Post, dan penulis Buku Teknik Memandu Wisata, 1983 yang diterbitkan RIA Yogyakarta.

Maka bertemulah Pemandu Wisata akbar dihadiri utusan Se-Indonesia di Candra Wilwatikta Pandaan Jawa Timur tahun 1983, muncullah konvensi tour guide nasional bergabung jadi Himpunan Duta Wisata Indoneswia (HDWI). Istilah Duta Wisata berakna corong pelancongan dari peran fungsi ujung tombak layanan kepariwisataan. Mantan Ketua Umum DPP HPI Yan Simanjuntak mengaku bahwa HDWI 1983 berkantor pusat di  Denpasar Bali. Saat itu masih ada organisasi lokal semisal Jakarta Tourist Guide (JTG) sehingga di Jakarta ada dualsime asosiasi yakni JTG dan si junior HDWI. Sejarah kepramuwisataan juga mencatat even Pertamina Cottage Bali dan Candra Wilwatikta Pandaan Malang (1983) meeguhkan substansi PROFESI PRAMUWISATA.

Organisasi HDWI ini di inisiasi oleh alm BP Joop Ave Pada saat Menparpostel yang menginisiasi kembali pada istilah pramuwisata dalam pertemuan Pandaan dan disepakati hanya ada satu asosiasi pramuwisata dan bersepakat mengadakan Munas Pramuwisata yang pertama di Palembang melahirkan HPI pada awal 1988. Secara resmi kita mengenal Surat Keputusan Menteri, bahwa profesi pramuwisata yang telah memiliki sertifikat dan badge (tanda pengenal) wajib berhimpun di dalam satu wadah organisasi pramuwisata. Pedoman peraturan ini telah diatur Pasal 14 Kepmen Parpostel Nomor KM 82/PW.102/MPPT/88 tentang Pramuwisata dan Pengatur Wisata.

Nota perubahan nama dari HDWI membuktikan tekad HPI berbuat untuk Indonesia, alasan kunci profesi Tour Guide sangat nasionalis dan menjunjung nasionalisme. Bahwa nama HPI adalah usulan DIrjen Parpostel Bapak Joop Ave, berasal dari Negara yang melihat fungsi luar biasa amat jauh ke depan. Jadi kesepakaan bahwa 1983 adalah tahun berdirinya HDWI, sedang Munas pertama 1988 adalah perubahan menjadi Himpunan Pramuwisata Indonesia. Maka HPI mengangkat kesejarahan ini menjadi satu kata lahirnya profesi yang sedang diperjuangkan menjadi kokoh dan jaya selamanya. Jayalah HPI, jayalah selalu (Mcnews/amm)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama