Rakernas HPI : Saatnya Promosi Destinasi

Rupanya tak salah Himpunan Pramuwisata Indonesia (2011) menganugerahkan Bapak Pramuwisata Indonesia kepada Alm Joop Ave, lalu muncul istilah ujung tombak layanan wisata, dan fungsi corong destinasi nasional disematkan ke pundak Pramuwisata. Tugas promosi bahkan dibebankan kepada setiap individu Pengurus dan Anggota HPI, seperti amanat UU Kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009 pasal 36 Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) bagi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan pasal 43 untuk kebijakan BPPD bagi pengurus DPD-DPC. 

Semangat Media Center HPI wajib dikibarkan dimanapun mengindahkan amanat pasal-pasal konstitusi HPI bahkan mengingatkan anasir aktivis organisasi, bahwa Pramuwisata bukan sekedar pemandu, informan, penerang, pengarah, penunjuk jalan, pemimpin, presenter, pelayan, dan fungsi-fungsi profesi lainnya. Bahkan di sini Tourist Guide harus memanfaatkan media promosi yang efektif saat Rapat Kerja Nasional 2020 adalah momentum mewartakan, mengumumkan, melaporkan, dan seterusnya bahwa HPI lembaga mandiri yang mampu berpromosi menjangkau seluruh jumlah destinasi Nasional.

Munas HPI di NTB 2016 dihadiri Bapak Menteri Pariwisata


Satu visi promosi yang patut diperhitungkan, adalah fungsi Pramuwisata dalam dua aspek yang diatur Undang-undang, yakni tugas profesionalnya yang standar dan fungsi Usaha Jasa Pramuwisata diundangkan Negara sejak 1988 dan terakhir digagas Permen Parekraf Nomor 13/2015. Dalam pertimbangannya disebut bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Pemerintah No 52/2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata perlu diatur hal standar usaha pariwisata. Dan dalam rangka peningkatan mutu produk, pelayanan dan pengelolaan serta daya saing usaha jasa pramuwisata, maka penyelenggaraan usaha jasa pramuwisata wajib memenuhi standar usaha. 


Bahwa Rakernas sebagai momentum promosi patut diketengahkan bagi segenap Anggota HPI, termasuk gambar, ilustrasi, video, vlog, foto-foto keindahan Obyek Daya Tarik Nusantara sepatutnya diangkat setinggi-tingginya. Sebab jika ditelaah lagi subyek promosi daerah juga berasal dari unit-unit kompetensi Pramuwisata yang melayani standar kebutuhan kunjungan wisatawan. Jadi inilah sekelompok orang profesional yang melakukan kegiatan usaha pariwisata. Pramuwisata dibekali kompetensi dasar sebagai persyaratan minimal dalam penyelenggaraan pemanduan wisata dan berpromosi. Di forum Nasional inilah utusan pengurus se-Indonesia sekaligus menjadi promotor efektif membertikan apapun soal potensi destinasi wisata yang diperkenalkan Pramuwisata.

Berkenaan dengan ini maka Media Center News HPI telah memfasilitasi Lomba Menulis Nasional sebagi usaha teknis bagaimana memberitakan dan menuliskan suatu potensi daya tarik wisata agar semakin dikenal publik calon turis ke pusat-pusat destinasi wisata. 

Ayok ayok. Bikin tulisan bisa cerpen, bisa review, bisa artikel, bisa liputan, bisa pula kenalin destinasi di sekitarmu: Tema tentang pariwisata dan atau pramuwisata. Minimal cuma 700 kata (maksimal 3000 kata), Lampirkan 1 foto, gambar, atau ilustrasi daya tarik destinasi daerah. Pengiriman terakhir 25 September 2020, disediakan Hadiah Utama Rp 3jt, Rp 2jt dan Rp 1jt dengan insentif Buku dan Sertifikat. Selengkapnya silahkan kolega Pramuwisata klik http://tiny.cc/lombanulishpi

Merupakan usaha kontribusi promosi luar biasa dari promotor Pramuwisata garda depan dan corong pembangunan kepariwisataan nasional. Jika sepuluh persen dari 12.000 Anggota HPI, maka tersaji 1.200 artikel, atau separuhnya saja telah cukup untuk diterbitkan sebagai Katalog Destinasi Nasional versi HPI. Betapa inti pesan corong kepariwisataan si Ujung Tombak ini sesungguhnya efektif menjebol arogansi, kepicikan, dan pola pandang profesi, maka jayakan HPI. Dan jayalah selalu (mcnews/amm)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama