Eco-Art, Walking Tour DPC HPI Sleman

Eco-Tur hari Ahad (10/18) yang luar biasa, dilaporkan Muhammad Iqbal Yusron, Ketua DPC Sleman usai acara di Rumah Bambu Nusa, Suradadi, Wukirsari, Cangkringan, Sleman yang diikuti 30 Anggota HPI. Materi guiding dengan program reguler mungkin sudah konco-konco kuasai. Tapi bagaimana dengan materi guiding yang khas dan spesial? "Eco Art", merupakan suatu hal yang baru dan ini bisa menjadi materi spesial, terlebih buat menghadapi kecendrungan wisatawan pasca pandemi Covid mendatang.

Seperti telah diprediksi wisatawan pasca pandemi akan membanjiri destinasi yang mengarah ke alam, back to nature. Bagaimana guide bisa menghadirkan sebuah pengalaman lifestyle Eco Art kepada wisatawan? Jelas perlu disiapkan bagaimana guide, wisatawan dan kita semua -yang peduli mengenalkan melakoni sebuah pola kehidupan yang baru dengan "Eco Art" ini? Itulah tantangan wisata sejati yang bukan hanya untuk guide saja.


Materi guiding lainnya yang tak kalah menariknya yakni, tentang "Tyto Alba Javanica". Bagaimana burung serak Jawa atau dikenal dengan burung hantu bisa lebih efektif untuk membasmi hama pertanian. Burung spesial yang lebih mampu menyuburkan tanaman padi dan pertanian lainnya dibanding dengan jalan pupuk kimia?

Wisatawan hampir selalu melihat tanaman padi dan persawahan. Maka burung hantu ini akan menjadi point plus bagi guide yang memahaminya-sekaligus menjadi tambahan wawasan yang spesial, unik, menarik dan mengesankan bagi wisatawan.


Jika konco-konco punya sense of self development, punya naluri untuk lebih maju, maka inilah kesempatan untuk mereguk ilmu materi guiding tersebut. Dan semua itu akan dijelaskan secara gamblang oleh ahli & pakarnya masing-masing. Juga tentang kopi-yang semacam menjadi menu wajib bagi overlander untuk menyampaikannya kpd tamu. Akan ada live show tentang bagaimana mengolah "kopi buruh" dengan alat tradisional dan sederhana. Demo olah kopi buruh ini akan membuka kesempatan luas-bagi konco-konco yang ingin mengembangkan usaha "cafe" dengan modal tak lebih dari 1 juta.

Demo kopi buruh ini memang di-stél pas dengan motto yang diusung Pengurus HPI Sleman & Eco Art yakni;  ajakan untuk selalu belajar, memberdayakan diri dan masyarakat. Maka jangan ragu, pastikan nama konco-konco tercatat dalam acara: "Jagong Jegang Nge-racik Kopi ala Buruh di Eco Art". Sengaja acara dikemas rileks, santai. Di bawah rimbun sejuknya pepohonan bambu, santai menyaksikan demo olah kopi buruh secara tradisional. Apa ada yang lebih nikmat dari kumpul, tukar kaweruh sembari nyruput kopi dan ngemil nyamikan? 


Sebagai bonus, di sela acara konco-konco akan diajak walking tour di persawahan padi, menelusuri pematang yang di dekatnya air jernih mengalir, pancuran bambu, penangkaran burung hantu, tumbuhan herbal...Sejalan himbauan pemerintah, maka, tetap patuhi protokol kesehatan: Pakai masker, jaga jarak, sedia hand sanitizer...pada acara yad. Ok jangan lupa juga kesempatan untuk foto-foto di Ruas Bambu Nusa "Eco Art" dengan background yang sangat alami, artistik untuk menunjukkan bahwa kita bagian dari individu berkelas dengan life style "eco art" dan bagian dari green peace. Mantap DPC SLEMAN Top.. (Mcnews/dpcsleman)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama