Pelajaran dari RAKER Nasional HPI ke XVII

 


Editorial Mcnews (9/10). Apresiasi tinggi kepada peserta Rakernas HPI XVIII dan keprihatinan lewat rekaman video disampaikan Mas Menteri kepada pramuwisata Indonesia, bagian terbesar dari 12,7 juta pekerja kepariwisataan nasional paling terdampak Covid-19. Menjawab tema Peningkatan Kapasitas Pramuwisata di era Pandemi, bahwa panitia pelaksana Dewan Pimpinan Pusat telah berhasil menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (5/10) secara daring diikuti lebih 150 peserta, plus undangan dan peninjau pada raker tersebut. Sepuluh jam pertemuan sesama profesi dalam jaringan internet ini memberi banyak pelajaran bagi masa depan asosiasi.

 Sejak lahirnya menasional Tourist Guide (TG) tahun 1983 profesi ini terus bekerja menerangkan daya tarik desrtinasi kepada wisatawan dengan beragam kebutuhan informasi dan layanan selama kunjungan. Tiba-tiba awal 2020 pandemi Covid-19 merubah pola kerja profesional mereka, bukan saja tempat ruang kerja menyampaikan informasi tetapi bagaimana beraktivitas menjalankan profesi di masa pandemi. Di titik inilah Rakernas XVIII memberi inspirasi Anggota pola kerja seperti yang diamanatkan organisasi tak sebatas yang diisyaratkan protokol guiding.

 Tahun 2020 ini resmi berdiri lembaga diklat pramuwisata National Tour Guiding Academy. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) berkomitemen meneruskan kemandirian profesi pada tata peningkatan kapasitas dan kompetensi usai kelahiran Lembaga Sertifikasi Profesi Pramuwisata Indonesia tahun 2013 lalu. Hari ini bersama pihak kepentingan kementerian menyusun strategi pemulihan pariwisata dari dampak pandemi Covid-19. Dari sisi pramuwisata, bagaimana menjual tur guiding berkualitas di masa depan, tetap profesional mencari kreasi out of the box yang memihak profesi.

 

Pada poin terpenting diingatkan oleh Kabid Hukum DPP Dr. Ainuddin, SH., MH. di forum raker akan pentingnya asosiasi melahirkan kapasitas SDM Pramuwisata dan mengurus lisensinya sendiri. Inilah yang terjadi pada profesi lain seperti dokter, advokat, jurnalis dan juga akuntan. Di sini sekaligus peluang dan tantangan asosiasi melaksanakan pola pendidikan dan latihan yang mampu melayani 12.000 Anggota secara nasional. HPI mampu mencetak pekerja pramuwisata profesional yang bertugas memberikan bimbingan penerangan, dan petunjuk tentang obyek wisata, serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan.

 Selama ini, menurut beliau dampak diklat pramuwisata yang tak terarah telah merugikan profesi secara nasional. Bagaimana mungkin pelatihan 3-7 hari lalu diikuiti uji kompetensi kemudian seseorang disahkan menjadi Pramuwisata. Pemerintah melahirkan TG, memberi lisensi dan asosiasi yang repot membina mereka. Diingatkan pentingnya penguatan konstitusi nasional dengan memperjuangkan lahirnya UU Pramuwisata. Bahwa masa depan HPI tergantung kita sendiri. Sekedar mengingatkan relevansi Kepmen 82-102/MPPT-88 mengatur secara nasional dan Negara memfasilitasi diklat yang terukur baik. Pasal 14 mewajibkan pramuwisata yang telah bersertifikat dan memiliki ijin operasi bergabung di dalam satu wadah organisasi Pramuwisata. (Mcnews/amm)

 

 

 

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama