NTGA dan Mimpi Pemandu Wisata Indonesia

Menjadi profesional dan selalu melakukan yang terbaik bagi sebuah profesi adalah sebuah keniscayaan. Bagi para penyandang profesi bersangkutan merupakan  sebuah kebanggaan apabila profesi yang menjadi pekerjaannya  memperoleh apresiasi  oleh masyarakat dan wabil khusus oleh para pengguna jasanya. Adalah kebahagiaan  tertinggi bagi para profesional tatkala mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasanya, itulah makna dari sebuah pelayanan prima (service excellent). Dan itu harus menjadi jargon utama bagi semua profesional jika ingin tetap- exist dan langgeng. Tentu terlepas dari berapa jumlah  nilai nominal yang didapatkan. Toh, semua ada perhitungannya sesuai dengan kesepakatan. 

Profesi pemandu wisata atau tour guide merupakan profesi yang keberadaannya sungguh signifikan, bagi dunia pariwisata tanah air, bahkan digadang-gadang sebagai profesi garda depan sebagai front liner pariwisata. Julukan tersebut tentu bukan  tanpa alasan tatkala melihat  bahwa seorang pemandu adalah orang pertama yang menemui wisatawan tatkala tiba pertama kali di destinasi, dan dalam kurun waktu yang cukup lama bersama-sama  berjalan, berkumpul, dan  bergaul. Tentu sebuah kebersamaan dan pergaulan sesuai dengan tupoksi sebagai pemandu wisata, yang terkait erat dengan sebuah profesionalisme. 

Sehingga tidak bisa menjadi alasan bagi para penyandang profesi tour guide untuk bertindak seenaknya dan melanggar kaidah-kaidah profesi yang telah digariskan, dalam hal ini adalah asosiasi yang menaunginya, yakni HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia). Pertanyaannya, apakah para tour guide sudah melakujkan pekerjaanya sesuai dengan tupoksi? Ribuan tour guide yang ada di tanah air tentu saja memiliki kemampuan dan karakter  beragam, dan tentu semua itu akan memengaruhi pelayanan yang diberikan. 

NTGA (National Tour Guide Academy) hadir tentunya ingin menjawab pertanyaan tersebut. Tak dimungkiri, saat ini para pemandu wisata memiliki kemampuan yang beragam, begitupun tidak semua pemandu wisata  bergabung dalam wadah HPI. Menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan  bagi HPI dalam hal ini NTGA untuk mampu berkiprah memberikan pembelajaran terbaik bagi profesi tour guide secara nasional untuk menjadi tenaga kerja yang  profesional sesuai dengan tupoksi dan kompetensi profesionalismenya. Mampukan NTGA melakukan itu? 

NTGA dibentuk tentu bukan untuk main-main apalagi untuk dipermainkan, melainkan untuk memainkan. Memainkan apa?  Memainkan peran sebagai sebuah akademi yang notabene adalah tempat belajar dan arena penggemblengan para pemandu wisata untuk dididik, dilatih, dan  dibina menjadi pemandu wisata kompeten dan profesional, sesuai dengan tuntutan perubahan yang terjadi saat ini. NTGA tentu sudah mempersiapkan diri, dalam berbagai aspek, sebelum berani tampil dan memproklamirkan diri sebagai lembaga  resmi berbadan hukum, yang berarti diakui oleh negara. Sekadar memproklamirkan sebuah lembaga adalah suatu hal mudah, asal ada dana dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan, maka sebuah lembaga akan berdiri. Selanjutnya adalah pembuktian kemampun kelembagaan secara nyata di masyarakat, dan memiliki dampak yang dapat dirasakan secara berkelanjutan, sehingga  tidak ditengarai hanya sebuah lembaga abal-abal yang hanya memiliki semangat di awal namun berikutnya pepesan kosong, karena berbagai kepentingan. Tentu sebagai warga  HPI kita tidak mau hal itu terjadi. 


Sebuah impian tentu mesti diwujudkan menjadi nyata. Dan yang paling berkepentingan  mewujudkan senua itu tentulah para pemimpinya, atau orang-orang yang memimpikan hal itu. Kita bersyukur HPI  masih memiliki  para pemimpi yang berani bermimpi untuk mewujudkan sebuah impian atau cita-cita untuk menjadikan profesi tour guide menjadi profesi yang tetap eksis dan memiliki marwah sehingga mampu  berdiri sejajar dengan profesi yang lain di dunia  pariwisata nasional, dan memperoleh apresiasi yang sewajarnya dan seharusnya dari para pengguna jasanya. Para punggawa NTGA tentu sadar bahwa tidak mudah untuk mewujudkan impian itu, terlebih menjaga keberlangsungannya, namun  bukan berarti tidak bisa. Pastinya akan seru dan mendebarkan karena akan banyak tantangan yang  dihadapi, akan banyak kepentingan termasuk intrik-intrik,  baik internal maupun eksternal. Itulah makna sebuah perjuangan. 

Semoga orang-orang yang berkomitmen dengan NTGA sejak  awal menyadari akan menghadapi berbagai tantangan dan bersiap diri menghadapi. Kita yakin dan percaya bahwa para punggawa NTGA adalah orang-orang yang kompeten dan profesional di bidangnya, dan yang paling penting adalah tahu tentang apa yang sedang dilakukan, mengapa melakukan itu, dan bagaimana cara terbaik  melakukannya? ( Mcnews/bom). 


0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama