Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Guide Lokal Sumut

Kabid Bina Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sumatera Utara (Sumut) Ibu Maike Moganai Ritonga, SH., MAp. di ballroom Hotel Emerald Garden Medan (7/9) membuka rangkaian kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi bagi tenaga kerja bidang pariwisata 2021 yang diikuti 100 pemandu lokal dari empat wilayah Se-Sumut. Mereka berasal dari Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedage, Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, dan pemandu wisata Kota Medan, baik dari asosiasi pemandu, pemandu ekowisata, pemandu museum, maupun pemandu desa wisata. 

Selaku pelaksana kegiatan adalah LSP Pramuwisata Indonesia (Pramindo) bersama DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumut pada rangkaian fasilitasi Hari kedua memberikan pembekalan kepariwisataan, wawasan organisasi dan teknik kepemanduan. Materi pembekalan tersebut antara lain; Pengantar Pemanduan Wisata, Rencana Perjalanan wisata, Kode Etik Pramuwisata, dan Teknik Guiding. 

Pembekalan kepada pemandu wisata lokal ini merujuk kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dari Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 341 Tahun 2017. Syarat mengikuti kegiatan ini adalah pemandu wisata aktif yang harus membuktikan kemampuannya dalam proses sertifikasi di hari ketiga. Dari pembekalan teknis inilah kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran, pengajuan, dan proses uji kompetensi kepemanduan wisata. 

 

Kus Endro, Ketua DPD HPI Sumut memberi pembekalan


Dalam proses asesmen paperless ini, LSP Pramindo menggunakan formulir pendaftaran dan uji mandiri yang harus dilengkapi dengan persayaratan dasar, seperti: Copy KTP, Copy Ijazah, Copy Sertifikat pelatihan pemanduan wisata, dan foto 3x4 tiga lembar. Sedangkan portofolio lain seperti Curikulum Vitae bisa disiapkan peserta yang menyertakan identitas, riwayat pendidikan, dan riwayat kerja, terutama di bidang kepemanduan wisata.

Dalam pengumpulan bukti-bukti kompetensi ini, para asesor yang bertugas melalui perangkat asesmen yang disiapkan LSP dari laptop dapat leluasa menggunakan metode dan mengembangkan pendekatan terbaik dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti berkualitas sesuai portofolio peserta. Seluruh materi uji mutlak diatur dalam kerahasiaan hanya untuk urusan LSP. Sebelum hasil rekomendasi disampaikan, ada tahapan umpan balik atau juga banding. Jika peserta direkomendasi oleh Asesor, maka sertifikat kompetensi berlaku tiga tahun.


 

Kelebihan seseorang pemandu wisata memperoleh Sertifikat Kompetensi, artinya dia terbukti mampu memiliki pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sebagai pemandu wisata dalam melayani informasi kepariwisataan yang disyaratkan oleh standar industri. Seperti para peserta di atas sebagai tenaga kerja profesional, pemandu wisata kompeten tersebut telah memiliki kualifikasi minimal di bidang pemanduan wisata lokal.

Pemandu Wisata kompeten juga dituntut selalu menjaga dan memelihara kompetensinya seperti unit-unit kerja Menyiapkan Perangkat Perjalanan dan informasi wisata, Mengkomunikasikan informasi wisata, Melakukan pemanduan di obyek wisata, Melakukan interpretasi pemanduan, Menangani situasi konflik, Mengikuti prosedur keamanan kerja (K3) dan melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan, Bekerja dengan kolega dan wisatawan, Bekerja dalam lingkungan sosial berbeda, Mengembangkan dan memutakhirkan pengetahuan industri pariwisata.

Diharapkan dengan kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi bagi tenaga kerja kepemanduan wisata ini ke depan destinasi pariwisata Sumut di pesisir timur kian siap untuk dikunjungan wisatawan. Tentu masyarakat luas di lokasi peserta dapat berkolaborasi maksimal untuk ikut berperan serta membuat destinasi lebih berkembang dinamis dan menarik untuk dikunjungi. (Mcnews/amm)


0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama