Kreativitas Tanpa Batas Pemandu Wisata


Dunia profesional adalah dunia yang amat dinamis dan penuh tantangan. Era saat ini adalah era di mana  tantangan dan perubahan acapkali datang tak terduga. Sesuai dengan tabiatnya yang penuh perubahan tersebut, tidak menutup kemungkinan dan amat niscaya  mempengaruhi perilaku para individu penyandang suatu profesi. Tak pelak, dalam dunia yang semakin komplek dan penuh ketidakpastian, mengalami  perubahan atau melakukann transformasi mengubah sesuatu sesuai dengan kondisi yang terjadi, bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Terlebih tatkala dalam situasi mendesak, karena berbagai faktor yang mempengaruhi; internal maupun eksternal

Osvian Putra, Sekjen HPI,Pengusaha Travel dan Master Asesor 


Setiap profesional tentu saja memiliki keinginan untuk maju dalam berkarir, dan berupaya untuk meraihnya, bertambah maju, bertambah makmur.  Dengan kemajuan, maka statusnya sebagai professional akan  diakui sebagai pekerjaan yang layak dan mampu memartabatkan dirinya. Tentu saja, hal demikian berbeda bagi setiap orang.  Ada orang yang kekeh dengan profesi yang disandangnya karena merasa sudah nyaman, ada juga yang  masih galau atau membuka peluang untuk hadirnya alternatif pekerjaan atau profesi lain. Semua itu adalah hal wajar tatkala semua orang ingin kehiduoan yang lebih baik dan lebih pantas bagi perkembangan dan penumbuhan pribadi. Selama profesi tersebut menjanjikan untuk masa depan, atau profesi itu memberi peluang  makin berkembang dalam berkarir, mengapa tidak? 


H. Ainuddin, Ketua DPD HPI NTB, Pengacara Sukses


Dunia profesional adalah dunia yang amat dinamis dan penuh tantangan. Era saat ini adalah era di mana  tantangan dan perubahan acapkali datang tak terduga. Sesuai dengan tabiatnya yang penuh perubahan tersebut, tidak menutup kemungkinan dan amat niscaya  mempengaruhi perilaku para individu penyandang suatu profesi. Tak pelak, dalam dunia yang semakin komplek dan penuh ketidakpastian, mengalami  perubahan atau melakukann transformasi mengubah sesuatu sesuai dengan kondisi yang terjadi, bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Terlebih tatkala dalam situasi mendesak, karena berbagai faktor yang mempengaruhi; internal maupun eksternal

Bambang Udoyono, Guide HPI Jakarta, Penulis Produktif 

Setiap profesional tentu saja memiliki keinginan untuk maju dalam berkarir, dan berupaya untuk meraihnya, bertambah maju, bertambah makmur.  Dengan kemajuan, maka statusnya sebagai professional akan  diakui sebagai pekerjaan yang layak dan mampu memartabatkan dirinya. Tentu saja, hal demikian berbeda bagi setiap orang.  Ada orang yang kekeh dengan profesi yang disandangnya karena merasa sudah nyaman, ada juga yang  masih galau atau membuka peluang untuk hadirnya alternatif pekerjaan atau profesi lain. Semua itu adalah hal wajar tatkala semua orang ingin kehiduoan yang lebih baik dan lebih pantas bagi perkembangan dan penumbuhan pribadi. Selama profesi tersebut menjanjikan untuk masa depan, atau profesi itu memberi peluang  makin berkembang dalam berkarir, mengapa tidak?


Yang pasti, setiap orang, siapa pun, mendambakan kemajuan dalam kehidupan profesionalnya, termasuk para tour guide. Menjadi pemandu wisata profesional dan bangga dengan pekerjaan serta loyal dengannya adalah pilihan, terutama tatkala pekerjaan tersebut memberi  peluang  besar untuk bertumbuh. Tentu sebaliknya, tatkala merasa peluang tidak seindah apa yang dibayangkan, tentu terbuka peluang untuk hadirnya alternatif peluang lain yang dianggap lebih menjanjikan, apalagi  ketika merasa memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Dan jika itu terjadi mengapa tidak! Artinya, profesi pemandu wisata bukanlah profesi harga mati, melainkan masih terbuka peluang untuk hadirnya alterfatif lain . 

Ira Latief, Guide HPI Jakarta, Wisata Kreatif Jakarta czn Penulis

Dunia pariwisata makin komplek dan dinamis,  semua itu tentu saja berpengaruh terhadap profesi pemandu wisata. Tak mungkiri, para individu pemandu wisata, banyak yang memiliki potensi yang masih mampu berkembang, di luar pekerjaan sebagai pemandu. Mungkinkah bagi seorang tour guide  mengembangkan diri untuk melakukan pekerjaan alternatif lain, di luar kepemanduan? Jawabannya, jika memiliki kemampuan untuk melakukan itu, kenapa tidak.

Dalam hal ini terbuka ruang dialog, apakah pekerjaan sebagai pemandu sebagai sampingan, atau pekerjaan allternatif sebagai sampingan? Tentu hal ini menjadi perhatian secara saksama tatkala memutuskan apakah yang menjadi prioritas bagi masing-masing, dan yang paling tahu  adalah yang bersangkutan. Menghadapi pertanyaan ini, maka kreativitas menjadi suatu yang niscaya, bagi para tour guide untuk melakukan hal yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.  Mencari yang terbaik untuk pengembangan dirinya, menjadi tumpuan. Oleh karena itu, kreativitas mencari peluang alternatif lain menjadi keniscayaan bagi para tour guide, dan akan lebih menarik, tentu saja, pekerjaan alternatif tersebut masih beririsan dengan dunia pariwisata. 

Banyak profesi yang beririsan dengan dengan profesi pemandu yang dapat menjadi alternatif bagi para tour guide untuk dilakukan secara profesional. Bahkan pun tatkala hal itu tidak berhubungan dengan profesi, selama itu memberi peluang dan sesuai dengan potensi kenapa tidak. Yang terpenting adalah tatkala sukses dalam menjalankan profesi lain di luar kepemanduan, harapannya adalah jangan melupakan dari mana dia memulai semua itu. 

Bersikukuh menjadikan profesi sebagai tour guide adalah keniscayaan, selama mampu menjaga kompetensi dan mampu berkompetisi, membuka peluang untuk hadirnya alternatif pekerjaan lain adalah kebijaksanaan. Apa pun, kreativiitas adalah hal niscaya untuk kemajuan sebuah profesi, kapan dan di mana pun. Kreativitas tanpa batas menjadi jargon yang relevan bagi semua profersi, demi kemajuan dan pekembangan diri.(mcnews/bom). 




0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama